Cara Kurangi Kebiasaan Mengumpat dalam Keseharian

Saat ini, dengan evolusi waktu, perkembangan teknologi dan luasnya asosiasi remaja dapat dengan mudah memengaruhi perilaku remaja. Menurut Hurlock, Elizabeth B, remaja adalah masa transisi dari anak ke dewasa yang mencakup kematangan mental, emosional, sosial dan fisik. Pernahkah Anda merasa tidak nyaman ketika mendengar teman kotor Anda berbicara? Selain itu, pembicaraan kotor dengan suara keras dan penonton harus benar-benar malu. Tanpa disadari, kebiasaan berbicara kotor oleh remaja di Indonesia dianggap normal dan normal, dan tidak sadar berbicara kotor juga telah menjadi budaya bagi kaum muda di Indonesia. Buktinya menggunakan 96% remaja di Indonesia yang masih menggunakan kata-kata kotor dalam kehidupan sehari-hari mereka. Seiring berjalannya waktu, kata-kata kotor telah berubah menjadi bahasa sosial sehari-hari.

1. Percaya pada diri sendiri
Kata-kata keras memiliki tujuan atau fungsi, tetapi apa pun alasan untuk mengatakan kotor masih merupakan kebiasaan buruk yang dapat membuat kita terlihat bodoh atau tidak berpendidikan, menakut-nakuti, menghina orang lain, dan membuat orang lain menghormati kita.

2. Minta bantuan dari teman dan orang terdekat Anda saat Anda menjadi kotor
Jika Anda telah melakukan banyak cara untuk berbicara kotor, tetapi masih ingin menyelinap pergi, tidak pernah buruk untuk meminta bantuan dari teman atau orang yang dicintai. Anda dapat meminta orang-orang di sekitar Anda untuk mengingatkan Anda kapan Anda bebas berbicara, jadi kami akan mengingatnya. Minta mereka untuk menegur Anda jika mereka mulai melepaskan ketika mereka mengatakan kotor.

eddye

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *